Membangun dan Menumbuhkan Jiwa Sportif pada Sih Kecil

Membangun dan Menumbuhkan Jiwa Sportif pada Sih Kecil

Membangun dan Menumbuhkan Jiwa Sportif pada Sih Kecil

air-max-run.com – Tiap orangtua pasti mendambakan bila anaknya nanti bisa jadi seorang pemenang di dalam hal apapun. Pada saat anak Anda bisa mememangkan sebuah kompetisi sepak bola yang diikutinya, maka hal tersebut akan menjadikan orangtua bangga dan bahagia mempunyai anak yang demikian. Hanya saja, pastinya di dalam sebuah kompetisi tentu saja ada pihak yang menang dan ada pula yang kalah. Yang mana meneria kekalahan biasanya belum dapat dilakukan oleh anak-anak dengan lapang dada. Sebab yang demikian ini biasanya akan menjadikan anak-anak cenderung mengekspresikan kekalahan tersebut dengan menangis atau pun mengamuk.

Membangun dan Menumbuhkan Jiwa Sportif pada Sih Kecil

Nah, pada saat sih kecil tidak bisa menerima kekalahannya dengan lapang dada, di sinilah peranan orangtua sangat dibutuhkan sekali lho bund. Anak-anak yang tidak bisa terima kekalahan mereka pastinya akan menjadikan mereka frustasi dan juga sangat tertekan di tiap kali mereka gagal melakukan sesuatu. Selain hal tersebut, anak-anak yang tak dapat menerima kekalahan nantinya akan bisa melahirkan anak-anak yang obsesif.

Untuk itulah, menumbuhkan anak dengan mental yang sportif dan bisa menerima kekalahan dengan lapang dada sangat perlu sekali ditumbuhkan sejak usia dini. Hal yang demikian ini juga bisa membangun semangat dalam berkompetisi pada diri anak secara positif serta mempengaruhi kesuksesaan anak di dunia persaingannya nanti. Untuk bisa membangun jiwa sportif di dalam diri anak sejak dini, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para orangtua pada anaknya.

Cara membangun dan menumbuhkan jiwa sporti pada sih kecil

Cara pertama adalah menjadi contoh yang baik. Saat Anda menonton sebuah kompetisi, baik itu pertandingan bulu tangkis, sepak bola, dan lain-lain di tv serta mendapati bila pemain kesayangan Anda tidak menang. Lantas. Anda mengejek pemain lawan atau pun pemain lainnya dengan nada merendahkan sera lain sebagainya. Maka hal yang demikian ini pastinya tak bijak, apalagi dengan dipertontonkan dihadapan anak Anda. Dengan demikian, hal yang serupa bakal tertanam di dalam diri anak yang menjadikan jiwa sportifitasnya menghilang. Dengan melihat orangtuanya menjelekkan tim lawan yang kalah, mungkin saja diasumsikan oleh sih kecil sebagai hal yang wajar dilakukannya untuk dapat mengungkapkan rasa kecewa.

Nah, daripada Anda harus melakukan hal tersebut, ada baiknya beri tanggapan positif tentang tim lawan dan juga berbesar hati dalam menerima kekalahan tim kesayangan. Sehingga secara perlahan tapi pasti anak-anak Anda akan tirukan serta pahami konsep sportifitas serta menerima kekalahannya dengan lapang dada.

Selain itu, Anda juga bisa mengajarkan aturan dasar spotifitas pada sih kecil dan berjiwa lapang dada untuk bisa menerima kekalahan, pastinya jadi tanggung jawab para orangtua. Biarkan saja anak Anda tahu ekspetasi Anda di dalam memperlakukan lawan. Beri pemahaman pada diri anak, bahwasannya lawan mereka bukan musuh yang sebenarnya yang seharusnya mereka perlakukan dengan tak baik. Yakinkan pada diri anak bahwasannya mereka dapat menerima lawan mereka setelah pertandingan selesai. Walaupun teman lainnya mengejek lawannya setelah pertandingan, tapi bukan berarti anak Anda harus ikut-ikutan.

dosenpendidikan.com Dan yang terakhir adalah fokus pada kompetisi bukan fokus pada hasil akhir. Terkadang para orangtua lebih senang dan juga bangga pada saat anaknya jadi juara di dalam kompetisi yang telah mereka ikuti. Sebaliknya saat anaknya kalah, orangtua akan tunjukkan rasa kecewa atau bahka menghakimi anaknya katena menilai anak tidak becus. Memang jadi kabar gembira saat jadi seorang pemenang, tetapi tak sebaiknya orangtua memberi tekanan pada anak untuk jadi apa yang diharap orangtuanya. Sebaiknya lebih bijak bila orangtua lebih fokus pada kompetisi dan juga kerja keras maupun usaha yang telah diberikan anak bila dibandingkan dengan menilai hasil akhir sebuah kompetisi tersebut.

Demikian informasi tentang membangun dan menumbuhkan jiwa sportif pada sih kecil. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya tentang desain rumah :